Senin , Juli 23 2018
Home / Kuningan Headline / Ketua PWI Serukan Tangkal Berita Hoax Tentang Bencana

Ketua PWI Serukan Tangkal Berita Hoax Tentang Bencana

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kuningan, Iyan Irwandi, S.IP., menyerukan kepada seluruh wartawan baik media cetak, elektronik maupun media online yang berada di wilayah Kota Kuda untuk bersama-sama menangkal berita hoax di tengah terjadinya bencana alam yang menimpa beberapa daerah.

Hal itu dikarenakan, sesuai dengan Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik, bahwa seorang wartawan selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta  dan opini yang menghakimi serta menerapkan asas praduga tak bersalah. Sedangkan yang dimaksud menguji informasi, adalah melakukan cek and richek tentang kebenaran sebuah informasi.

Selanjutnya, pada Pasal 4, juga dijelaskan, kalau seorang wartawan tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis dan cabul. Yang dimaksud bohong adalah sesuatu yang sudah diketahui sebelumnya oleh wartawan sebagai hal yang tidak sesuai  dengan fakta yang terjadi.

“Saya mengajak seluruh wartawan Kuningan untuk bersama-sama menangkal hoax yang saat ini banyak bermunculan di tengah-tengah terjadinya bencana alam yang menimpa saudara-saudara kita baik karena bencana banjir maupun tanah longsor. Tentunya dengan selalu berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.

Saya yakin, dengan pemberitaan-pemberitaan yang benar dan akurat sekaligus dapat dipertanggungjawabkan karena selalu mengedepankan cek and richek, akan memberikan kepercayaan tersendiri bagi  masyarakat. Dan kita sebagai wartawan, jangan sampai terjebak oleh berita hoax yang meresahkan,” tutur lulusan terbaik Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) II tingkat Provinsi Jawa Barat, kemarin.

Lebih lanjut dikatakan wartawan Harian Kabar Kuningan (Kabar Cirebon), ia prihatin dengan beredarnya  berita hoax melalui media sosial yang beredar akhir-akhir ini. Sebab sangat berpotensi besar meresahkan masyarakat. Contoh, beredarnya hoax yang menyebutkan Kuningan berduka tetapi isi data korban bencananya malah yang terjadi di luar Kuningan.

Lalu, beredarnya, hoax tentang jembatan Waduk Darma yang berdekatan dengan sejumlah desa di Kecamatan Darma, dalam kondisi membahayakan.  Ditambah lagi, beberapa berita hoax lainnya yang berkaitan dengan bencana alam di sejumlah daerah yang telah tersebar cepat melalui media sosial.

Sehingga dalam menangani permasalahan serius tersebut, tidak hanya wartawan tetapi seluruh elemen dan masyarakat pun  harus bersama-sama, terlibat. Minimal, ketika menerima informasi, tidak langsung ikut-ikutan menyebarkan kepada orang lain. Tetapi mengkonfirmasi terlebih dulu kepada pihak-pihak yang berkompeten atau mengecek langsung ke lokasi. “Mari kita bersatu untuk memerangi berita hoax yang dapat meresahkan masyarakat,” tandasnya.

Check Also

Jelang Pemilukada 2018 Polres Kuningan Gelar Doa bersama

Kuningan, Ribuan warga serta tamu undangan tampak memadati halaman Mapolres Kuningan, kedatangan warga yang tergabung ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *