Sari Kunyit dan Jahe Miliki Prospek Bisnis yang Baik

Sari Kunyit dan Jahe Miliki Prospek Bisnis yang Baik

Kuningan – Selain bemanfaat sebagai bumbu masakan ternyata Kunyit dan Jahe juga memiliki manfaat untuk kesehatan dan sudah lama digunakan sebagai obat. Jahe selama berabad-abad telah digunakan dalam berbagai cara dan diyakini memiliki ragam manfaat, Jahe dapat membantu pencernaan, meredakan mual dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Sedangkan Kunyit menawarkan banyak manfaat kesehatan. Secara khusus, kunyit bisa efektif meringankan peradangan, berkontribusi pada kesehatan sendi dan dapat membantu menjaga sendi tetap fleksibel.

Bagi masyarakat di Jawa Barat, Sari Kunyit dan Jahe sudah dikenal luas sebagai minuman tradisional, selain menyehatkan,Sari Kunyit dan Sari Jahe mengandung antioksidan maupun terapi yang sangan bermanfaat bagi peminumnya.

Hal inilah yang mendorong, Dian Mardianah untuk memproduksi Sari Kunyit dan Sari Jahe sebagai minuman praktis siap seduh dengan proses ekstraksi (pengeringan) dan menggunakan bahan pengawet alami.

Menurut Perempuan berusia 42 tahun asal desa Jalaksana ini, dirinya memanfaatkan peluang usaha dengan sari jahe dan sari kunyit disebabkan ketersediaan bahan yang melimpah, sehingga sangat optimis produk herbalnya ini akan disukai dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.

‚ÄúSemua bahan yang digunakan semuanya menggunakan bahan alami dan tidak menggunakan campuran kimia” Ujar Dian

Jatuh bangun dalam merintis usaha yang dirintis sejak tahun 2011 pernah dialami Dian, bahkan Dian pernah ditipu oleh seseorang yang mengaku akan membantu memberikan bantuan untuk usahanya ini.

“Ya, jatuh bangun pastinya dalam merintis sebuah usaha, tapi saya tetap optimis usaha ini akan maju” Ujar Dian

Dian memberikan nama untuk Sari Kunyit dan Sari Jahe yang diproduksinya dengan nama Fatayat, sesuai dengan organisasi yang dirinya tekuni yaitu Fatayat NU. Dian yakin usaha ini memiliki prospek peluang bisnis yang cukup baik, mengingat kunyit dan jahe merupakan minuman tradisional yang cukup popular di tengah-tengah masyarakat.(Beng)