Berbeda Bukan Penghalang Jalin Silahturami

Berbeda Bukan Penghalang Jalin Silahturami

Kuningan- Sebagai Warga Negara Indonesia sepatutnya kita merasa bangga, karena negara yang kita cintai bersama ini memiliki banyak keragaman, baik suku, budaya, ras, dan agama. Keberagaman ini tentunya membutuhkan adanya sikap toleransi antar masyarakat yang memiliki latar belakang yang berbeda ini.
Keberagaman ini merupakan sebuah hal yang positif jika dilihat dari sudut pandang yang benar. Tentu kita harus saling mendukung agar perbedaan-perbedaan yang ada malah digunakan untuk membuat hal-hal positif.
Perbedaan-perbedaan itu justru saling menguatkan. Beda budaya, beda adat istiadat, beda kepercayaan, beda cara berpakaian, beda kebiasaan makanan, beda dialek, tetapi satu dalam komitmen bernegara, NKRI.
Seperti halnya yang dilakukan oleh ibu-ibu dari berbagai latar belakang yang menamakan diri Jaga Pelita (Jaringan Gerakan Perempuan Lintas Agama) yang berkunjung dan bersilaturahmi ke Biara CB Nir Awirana Cigugur


Sri Rejeki, salah seorang dari ibu-ibu ini mengatakan bahwa kegiatan silaturahmi dan saling berkunjung ini adalah cara sederhana dalam merawat persatuan dalam perbedaan.
“Silaturohmi dalam perbedaan keyakinan tetap harus dijalin dan dijaga, semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut” Ujar Bu Pendeta dari Gereja Kristen Pasundan Cigugur ini.
Jaga Pelita sendiri terbentuk atas dasar keinginan dari ibu-ibu yang tergabung didalamnya untuk merawat persaudaraan dalam bingkai persatuan.
“Kita berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda, budaya, adat istiadat, keyakinan, cara berpakaian, kebiasaan makanan, profesi, perbedaan-perbedaan inilah yang menyatukan kita” Lanjut Sri
Heni Susilawati, salah satu anggota yang berprofesi sebagai Dosen mengaku merasa senang bisa bergabung dengan dengan Jaga Pelita. Komunitas lintas agama yang sangat berperan sebagai perekat keberagaman di Kabupaten Kuningan.
“Jaga Pelita menunjukan betapa pentingnya relasi inklusif untuk menjadi bagian dari problem solving yang memerlukan sentuhan humanis yang universal” Jelas Heni
Bagi Heni, beragam masalah bisa jadi bahan diskusi yang produktif mulai dari isu ham, kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, budaya, politik dan hukum.
“Tentu maslahatnya tidak sekedar diskusi, tetapi memberi solusi konkrit” Tambahnya.
Dengan bersilaturahmi ke Biara CB Nir Awirana Cigugur, ibu-ibu dari Jaga Pelita juga jadi tahu bahwa Suster-Suster yang ada disana juga memiliki latar belakang yang berbeda-beda pula.
“Dengan silaturahmi ke Biara CB kita jadi tahu keberadaan suster yang ada di cigugur , mereka dari berbagai daerah Maluku, Timor Leste , Bengkulu dan Jateng” Ujar Ketua Fatayat NU, Titin Suhartini
Mendapatkan kunjungan ini, Suster Adriana Yuliana dari Biara CB Nir Awirana Cigugur mengaku sangat senang dan menyampaikan rasa terimakasihnya atas silaturahmi yang dilakukan ibu-ibu Jaga Pelita ini.
“Luar Biasa, terimakasih banyak sudah  mengajak ibu-ibu ke Biara. Berbeda bukan menjadi penghalang untuk kita menjalin kebersamaan dan silahturami, Berbeda itu Indah” Pungkas Suster Adriana. (Beng)