Kemendesa PDTT Hadirkan Kuwu Cibuntu Sebagai NaraSumber Prukades

Kemendesa PDTT Hadirkan Kuwu Cibuntu Sebagai NaraSumber Prukades

Kuningan- Sesuai dengan program Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat Jakarta tahun 2019, Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI menyelenggarakan Pelatihan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan Angkatan X “Manajemen Desa Wisata”.
Pelatihan yang bertempat di desa Ciwaru Kecamatan Ciwaru ini berlangsung selama 5 hari, dimulai dari tanggal 04 sampai08 November 2019, yang diikuti oleh peserta sebanyak 30 orang yang berasal dari 4 desa yaitu Desa Ciwaru, Citundun, Sagaranten, Sumberjaya.
Materi Inti dalam pelatihan ini diantaranya mencakup Konsep dan Prinsip Pembangunan Desa Wisata, Identifikasi dan Analisa Potensi Desa Wisata, Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas Masyarakat, Kearifan Lokal Sebagai Modul Utama Pengembangan Desa Wisata,Sistem Tata Kelola Desa dan Kelembagaan Pengelola Desa Wisata, Pengembangan Produk Pariwisata, Pemasaran Produk Pariwisata, Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Desa Wisata, Menjalin Kerjasama dan Kemitraan.
Beberapa Nara Sumber dihadirkan untuk memberikan materi dan pengalamannya kepada para peserta, dan dihari yang ketiga ini, Panitia menghadirkan Kepala Desa Cibuntu Kecamatan Pasawahan, H. Awam sebagai Nara Sumber untukmengisi materi tentang ” Share Experience tentang Strategi Pengembangan Desa Wisata di Desa Cibuntu”
“Kemarin Nara sumber kita dari DPMD dan Disporapar, hari ini kita kedatangan juga best exprience Kuwu Cibuntu, karena kita dapat informasi Cibuntu termasuk desa yang Juara” Ujar Dian Mentari Alam, Penggerak Swadaya Masyarakat dari BBLM Jakarta yang menjadi salah satu Panitia dalam kegiatan pelatihan ini.
Dian menjelaskan bahwa tujuan pelatihan ini untuk membantu desa dalam  mengidentifikasi dan menganalisa potensi yang dimiiki dengan menggunakan konsep 3 A. Konsep 3A yang dimaksud adalah Atraksi sebagai daya tarik utama sebuah destinasi wisata,  Amenitas sebagai fasilitas pendukung sebuah destinasi wisata, Aksesibilitas yang dapat diartikan sebagai beragam hal yang berkaitan dengan akses wisatawan ketika hendak berkunjung ke sebuah destinasi wisata.
“Biar mereka (desa) bisa menggali potensi mereka, terus bisa saling menguatkan antar lembaganya, mereka khan punya potensi tapi kurang kuat kelembagaannya, nanti mau kita kuatkan, teru kita dorong semangatnya, mindsetnya juga kita ubah, kita kasih pemahaman desa wisata itu manfaatnya seperti apa” Lanjut Dian.
Usai kegiatan ini juga, menurut Dian akan dilakukan monitoring dan evaluasi, desa juga kan dibantu untuk membuat program dan rencana kerja. Pendamping Desa nantinya akan dilibatkan untuk melakukan pendampingan lanjutan.
Sementara itu, Kepala Desa Cibuntu, H. Awam mengatakan, Sapta Pesona adalah salah satu kunci untuk menjaga desa wisata Cibuntu agar selalu dikunjungi wisatawan.
“Kuncinya adalah kita semua yang ada di desa wisata Cibuntu selalu menerapkan Sapta Pesona dalam kehidupan sehari-hari. Sapta Pesona itu meliputi aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan,” ujarnya
H. Awam menjelaskan, para penggiat wisata terutama masyarakat yang tinggal di sebuah desa wisata harus menerapkan Sapta Pesona agar wisatawan betah untuk berkunjung.
“Kita berharap masyarakat bisa memahami itu, sehingga wisatawan lokal maupun mancanegara bisa datang berkunjung,” tambah H. Awam.
Cibuntu bisa dijadikan contoh nyata keberhasilan desa wisata yang dapat dijadikan rujukan bagi desa-desa lainnya di Kuningan yang akan menjadi desa wisata, karena selama ini banyak sekali desa-desa dari berbagai daerah di Indonesia yang studi banding untuk belajar mengelola sebuah desa wisata.(Beng)